Docker semakin populer karena mempermudah proses deployment aplikasi. Dengan container, aplikasi dapat dijalankan dalam environment yang konsisten tanpa perlu khawatir perbedaan konfigurasi server.
Namun, saat menggunakan Docker di Alibaba Cloud, banyak developer yang masih melakukan beberapa kesalahan umum. Kesalahan ini biasanya tidak langsung terlihat, tetapi bisa berdampak pada performa, stabilitas, dan bahkan biaya infrastruktur.
Menganggap Docker Sebagai Pengganti Arsitektur yang Baik
Docker membantu proses packaging aplikasi, tetapi tidak secara otomatis memperbaiki desain sistem. Beberapa developer menganggap bahwa dengan menggunakan container, aplikasi akan langsung menjadi scalable dan mudah dikelola.
Padahal, jika aplikasi masih memiliki bottleneck seperti dependency yang terlalu kompleks atau komunikasi service yang tidak efisien, Docker tidak akan menyelesaikan masalah tersebut.
Membuat Image Docker Terlalu Besar
Image Docker yang terlalu besar dapat memperlambat proses deployment dan scaling. Hal ini sering terjadi karena developer memasukkan dependency yang tidak diperlukan atau menggunakan base image yang terlalu berat.
Image yang lebih ringan biasanya membantu mempercepat proses build dan mempercepat startup container, terutama ketika aplikasi berjalan dalam skala besar.
Tidak Memisahkan Konfigurasi dan Aplikasi
Salah satu prinsip penting dalam container adalah memisahkan konfigurasi dari aplikasi. Namun, masih banyak developer yang menyimpan konfigurasi environment langsung di dalam image Docker.
Pendekatan ini dapat menyulitkan ketika aplikasi perlu dijalankan di environment yang berbeda. Biasanya, konfigurasi disimpan menggunakan environment variable atau layanan konfigurasi terpisah.
Mengabaikan Monitoring Container
Container memang mempermudah deployment, tetapi bukan berarti monitoring tidak lagi diperlukan. Banyak developer hanya fokus pada aplikasi tanpa memantau penggunaan resource container.
Monitoring tetap penting untuk memastikan container berjalan stabil dan tidak menghabiskan resource server secara berlebihan.
Tidak Memahami Cara Docker Bekerja dengan ECS atau Container Service
Alibaba Cloud menyediakan berbagai cara untuk menjalankan Docker, baik langsung di ECS maupun melalui layanan container orchestration. Tanpa memahami perbedaan pendekatan ini, developer bisa kesulitan mengelola scaling atau deployment aplikasi.
Memilih metode deployment yang sesuai dengan kebutuhan aplikasi membantu menjaga sistem tetap efisien.
Kesimpulan
Docker memberikan banyak keuntungan dalam proses deployment aplikasi di Alibaba Cloud. Namun, penggunaan Docker tetap memerlukan pemahaman arsitektur dan pengelolaan container yang baik.
Dengan menghindari kesalahan umum seperti membuat image terlalu besar, mencampur konfigurasi dengan aplikasi, dan mengabaikan monitoring, developer dapat memanfaatkan Docker secara lebih optimal.

