Kubernetes sering menjadi pilihan utama untuk menjalankan aplikasi container dalam skala besar. Kemampuan orchestration, auto scaling, dan pengelolaan service membuat Kubernetes sangat kuat untuk sistem microservices modern.

Namun, tidak semua workload container membutuhkan kompleksitas Kubernetes. Dalam beberapa kondisi, Elastic Container Instance (ECI) justru dapat menjadi solusi yang lebih efisien dan praktis.

Ketika Workload Bersifat Sementara

Kubernetes biasanya dirancang untuk menjalankan service yang berjalan terus-menerus. Sementara itu, banyak workload container yang hanya berjalan dalam waktu tertentu, seperti batch processing, job automation, atau proses data sementara.

ECI memungkinkan container dijalankan hanya saat dibutuhkan. Pendekatan ini membantu mengurangi penggunaan resource ketika workload tidak aktif.

Ketika Ingin Mengurangi Kompleksitas Infrastruktur

Mengelola Kubernetes cluster membutuhkan pemahaman arsitektur container orchestration yang cukup kompleks. Developer perlu menangani konfigurasi cluster, node management, dan monitoring sistem.

ECI menawarkan pendekatan serverless container yang mengurangi kebutuhan pengelolaan infrastruktur. Developer dapat menjalankan container tanpa harus mengelola cluster secara langsung.

Pendekatan ini biasanya cocok untuk tim developer yang ingin fokus pada pengembangan aplikasi tanpa menambah beban operasional.

Ketika Workload Memiliki Pola Beban Tidak Stabil

Beberapa aplikasi memiliki pola workload yang berubah secara signifikan dalam waktu singkat. Menyediakan cluster Kubernetes untuk workload seperti ini terkadang kurang efisien karena resource harus tersedia meskipun workload sedang rendah.

Dengan ECI, container dapat dijalankan sesuai kebutuhan workload. Pendekatan ini membantu penggunaan resource menjadi lebih fleksibel dan efisien.

Ketika Scaling Cepat Menjadi Prioritas

ECI memungkinkan container dijalankan secara cepat tanpa harus menunggu provisioning node baru dalam cluster. Hal ini sangat membantu untuk workload yang membutuhkan scaling mendadak, seperti proses data event-driven atau job processing dalam jumlah besar.

Pendekatan ini membantu sistem merespons perubahan beban kerja dengan lebih cepat.

Ketika Kubernetes Tetap Menjadi Pilihan Lebih Tepat

Meskipun ECI memiliki banyak kelebihan, Kubernetes tetap menjadi pilihan yang lebih kuat untuk sistem microservices yang kompleks. Kubernetes memberikan kontrol lebih besar terhadap orchestration container, service networking, dan deployment pipeline.

Untuk aplikasi yang membutuhkan pengelolaan container secara terpusat dan berkelanjutan, Kubernetes biasanya masih menjadi solusi utama.

Memilih Pendekatan yang Tepat

Dalam banyak arsitektur cloud modern, ECI dan Kubernetes tidak selalu saling menggantikan. Kedua pendekatan ini sering digunakan bersama untuk menangani workload yang berbeda.

Kubernetes biasanya digunakan untuk menjalankan service utama aplikasi, sementara ECI digunakan untuk workload sementara atau event-driven processing.

Kesimpulan

Elastic Container Instance dapat menjadi solusi yang lebih efisien dibanding Kubernetes cluster tradisional untuk workload container yang bersifat sementara, memiliki pola beban tidak stabil, atau membutuhkan scaling cepat.

Dengan memahami karakteristik workload aplikasi, developer dapat menentukan kapan menggunakan ECI dan kapan menggunakan Kubernetes. Pendekatan yang tepat membantu menjaga keseimbangan antara fleksibilitas, kompleksitas operasional, dan efisiensi resource cloud.