Ketika performa aplikasi mulai menurun, developer biasanya dihadapkan pada dua pilihan: meningkatkan spesifikasi server atau mengoptimasi kode aplikasi. Pada Elastic Compute Service (ECS) di Alibaba Cloud, keputusan ini sering menjadi dilema karena keduanya sama-sama bisa meningkatkan performa, tetapi memiliki dampak biaya dan effort yang berbeda.

Memahami kapan harus scale ECS dan kapan harus memperbaiki kode sangat penting agar aplikasi tetap stabil sekaligus efisien secara biaya.

Saat Scale ECS Adalah Solusi yang Tepat

Scale ECS biasanya menjadi pilihan yang paling cepat untuk meningkatkan performa aplikasi. Pendekatan ini cocok ketika aplikasi sebenarnya sudah cukup optimal, tetapi jumlah pengguna atau traffic meningkat.

Misalnya, aplikasi ASP.NET yang sebelumnya berjalan lancar mulai mengalami peningkatan waktu respon ketika jumlah request meningkat. Jika monitoring menunjukkan CPU dan memori server sudah mendekati batas maksimal, maka meningkatkan spesifikasi instance atau menambah jumlah instance ECS bisa menjadi solusi yang efektif.

Alibaba Cloud menyediakan fitur vertical scaling dan horizontal scaling. Vertical scaling meningkatkan spesifikasi server, sedangkan horizontal scaling menambahkan jumlah server yang dapat didistribusikan menggunakan Server Load Balancer (SLB).

Pendekatan ini biasanya lebih cepat dilakukan dibandingkan melakukan refactor kode aplikasi.

Saat Optimasi Code Lebih Dibutuhkan

Tidak semua masalah performa harus diselesaikan dengan menambah resource server. Dalam banyak kasus, bottleneck justru berasal dari kode aplikasi yang tidak efisien.

Contoh yang sering terjadi adalah query database yang tidak optimal, penggunaan synchronous process yang berlebihan, atau manajemen memory yang kurang baik. Jika penggunaan CPU tinggi tetapi jumlah request tidak terlalu besar, hal ini sering menjadi tanda bahwa masalah berada pada level aplikasi.

Optimasi kode biasanya membutuhkan waktu lebih lama, tetapi hasilnya bisa memberikan peningkatan performa jangka panjang sekaligus menekan biaya cloud.

Memahami Pola Bottleneck Aplikasi

Salah satu cara menentukan solusi yang tepat adalah dengan memahami pola bottleneck aplikasi. Monitoring resource pada ECS dapat memberikan gambaran apakah masalah berasal dari keterbatasan infrastruktur atau desain aplikasi.

Jika penggunaan resource meningkat secara proporsional dengan jumlah pengguna, scaling server biasanya menjadi solusi yang masuk akal. Namun, jika resource tinggi meskipun traffic relatif stabil, kemungkinan besar terdapat masalah pada kode aplikasi.

Pendekatan berbasis data seperti ini membantu developer mengambil keputusan yang lebih tepat.

Risiko Jika Hanya Mengandalkan Scaling

Scaling ECS memang mudah dilakukan, tetapi jika dilakukan tanpa evaluasi kode, biaya cloud dapat meningkat secara signifikan. Selain itu, scaling juga tidak selalu menyelesaikan masalah jika bottleneck berasal dari desain aplikasi.

Dalam beberapa kasus, aplikasi yang tidak efisien tetap akan mengalami penurunan performa meskipun resource server terus ditingkatkan.

Kombinasi Scaling dan Optimasi

Dalam praktiknya, banyak aplikasi production menggunakan kombinasi keduanya. Scaling digunakan untuk menangani lonjakan traffic secara cepat, sementara optimasi kode dilakukan untuk menjaga efisiensi jangka panjang.

Pendekatan ini membantu developer menjaga stabilitas aplikasi tanpa harus terus menambah resource server.

Elastic Compute Service memberikan fleksibilitas bagi developer untuk meningkatkan performa aplikasi melalui scaling infrastruktur. Namun, tidak semua masalah performa dapat diselesaikan dengan menambah resource server.

Dengan memahami sumber bottleneck aplikasi, developer dapat menentukan kapan harus melakukan scaling ECS dan kapan harus mengoptimasi kode. Pendekatan yang seimbang dapat membantu menjaga performa aplikasi sekaligus mengontrol biaya penggunaan cloud.