Saat membangun aplikasi, developer hampir selalu berinteraksi dengan database. Namun, tidak semua jenis data sebenarnya cocok disimpan di database. Dalam banyak kasus, menyimpan data di Object Storage Service (OSS) Alibaba Cloud justru bisa menjadi solusi yang lebih efisien.

Memahami kapan harus menggunakan OSS dan kapan tetap menggunakan database dapat membantu meningkatkan performa aplikasi sekaligus mengoptimalkan biaya infrastruktur.

Database Bukan Tempat untuk Semua Data

Database dirancang untuk menyimpan data terstruktur seperti user data, transaksi, atau konfigurasi aplikasi. Database sangat kuat dalam melakukan query, filtering, dan relasi antar data.

Masalah mulai muncul ketika developer menyimpan file besar seperti gambar, video, dokumen, atau file log langsung di database. Selain memperbesar ukuran database, pendekatan ini juga dapat mempengaruhi performa query dan backup database.

Dalam situasi seperti ini, OSS biasanya menjadi pilihan yang lebih tepat.

OSS Lebih Cocok untuk File dan Konten Statis

OSS dirancang untuk menyimpan data dalam bentuk objek seperti file media, dokumen, atau asset aplikasi. Layanan ini memiliki skalabilitas tinggi dan mampu menangani penyimpanan file dalam jumlah besar tanpa mempengaruhi performa aplikasi.

Sebagai contoh, aplikasi yang mengizinkan pengguna mengunggah foto profil, dokumen, atau file laporan biasanya lebih efisien jika file disimpan di OSS, sementara metadata file tetap disimpan di database.

Pendekatan ini membantu menjaga database tetap ringan dan lebih mudah dikelola.

Mengurangi Beban Server Aplikasi

Jika file disimpan langsung di server atau database, server aplikasi biasanya harus menangani proses upload dan download file. Hal ini dapat meningkatkan beban server, terutama jika aplikasi memiliki traffic tinggi.

Dengan menggunakan OSS, file dapat diakses langsung melalui URL atau mekanisme signed URL. Pendekatan ini membantu mengurangi beban server aplikasi sekaligus meningkatkan performa distribusi file.

Skalabilitas dan Ketersediaan Data

OSS dirancang untuk menangani penyimpanan data dalam skala besar dengan tingkat ketersediaan yang tinggi. Developer tidak perlu khawatir mengenai kapasitas storage atau manajemen infrastruktur penyimpanan.

Berbeda dengan database yang biasanya memiliki keterbatasan kapasitas dan membutuhkan perencanaan scaling yang lebih kompleks.

Kapan Database Masih Menjadi Pilihan Utama

Meskipun OSS sangat cocok untuk file storage, database tetap menjadi pilihan utama untuk data yang membutuhkan relasi, transaksi, dan query kompleks.

Sebagai contoh, informasi pengguna, data transaksi, atau konfigurasi sistem tetap lebih efektif disimpan di database.

Dalam banyak aplikasi modern, database dan OSS justru digunakan bersamaan untuk memisahkan jenis data berdasarkan kebutuhan.

Kesimpulan

Object Storage Service memberikan solusi penyimpanan yang efisien untuk file besar dan konten statis. Dengan memanfaatkan OSS, developer dapat mengurangi beban database, meningkatkan performa aplikasi, serta mempermudah skalabilitas penyimpanan data.

Memahami perbedaan peran OSS dan database membantu developer merancang arsitektur aplikasi yang lebih efisien dan mudah dikembangkan.