Seiring berkembangnya arsitektur aplikasi modern, banyak sistem yang tidak lagi berjalan dalam satu service saja. Microservices memungkinkan aplikasi dibagi menjadi beberapa service kecil yang saling berkomunikasi. Pendekatan ini memang meningkatkan fleksibilitas dan scalability, tetapi juga membuat proses debugging menjadi lebih kompleks.
Dalam arsitektur seperti ini, distributed tracing menjadi salah satu solusi penting untuk memahami alur request di dalam sistem.
Tantangan Debugging pada Microservices
Dalam aplikasi monolithic, satu request biasanya hanya diproses dalam satu sistem. Namun, pada microservices, satu request pengguna bisa melewati beberapa service sekaligus, seperti authentication service, API service, database service, dan storage service.
Jika terjadi error atau penurunan performa, developer sering kesulitan menentukan service mana yang menjadi penyebab masalah. Log dari masing-masing service juga belum tentu cukup untuk memberikan gambaran lengkap.
Apa Itu Distributed Tracing?
Distributed tracing adalah teknik untuk melacak perjalanan satu request saat melewati berbagai service dalam sistem. Setiap service akan mencatat aktivitas yang berkaitan dengan request tersebut sehingga developer dapat melihat alur proses secara menyeluruh.
Dengan distributed tracing, developer dapat mengetahui service mana yang memproses request, berapa lama proses berlangsung, dan di bagian mana bottleneck terjadi.
Peran Distributed Tracing dalam Observability
Distributed tracing membantu developer memahami interaksi antar service secara lebih detail. Selain membantu debugging, tracing juga sering digunakan untuk analisis performa aplikasi.
Developer dapat melihat service mana yang paling sering menyebabkan latency tinggi dan menentukan bagian mana yang perlu dioptimasi.
Distributed Tracing di Lingkungan Cloud
Dalam lingkungan Alibaba Cloud, distributed tracing biasanya digunakan bersama dengan sistem monitoring dan logging. Kombinasi ketiga pendekatan ini membantu developer mendapatkan gambaran lengkap tentang kondisi aplikasi.
Monitoring menunjukkan kondisi sistem secara umum, logging memberikan detail aktivitas aplikasi, sementara tracing membantu melihat alur request secara menyeluruh.
Kapan Distributed Tracing Dibutuhkan?
Distributed tracing biasanya mulai dibutuhkan ketika aplikasi memiliki banyak service yang saling berkomunikasi. Pada aplikasi sederhana, logging mungkin masih cukup untuk proses debugging.
Namun, ketika jumlah service bertambah, tracing membantu developer memahami hubungan antar service dengan lebih jelas.
Kesimpulan
Distributed tracing membantu developer melacak alur request dalam arsitektur microservices. Dengan memahami perjalanan request dari awal hingga akhir, developer dapat mempercepat proses debugging dan analisis performa aplikasi.
Pendekatan ini menjadi bagian penting dari observability modern, terutama untuk aplikasi cloud yang memiliki banyak komponen.

