Saat pertama kali menggunakan Object Storage Service (OSS), banyak developer menyimpan file tanpa memikirkan struktur penyimpanan secara matang. Selama aplikasi masih kecil, pendekatan ini biasanya tidak menimbulkan masalah. Namun, ketika jumlah file mulai bertambah, struktur penyimpanan yang tidak terorganisir bisa menyulitkan pengelolaan data.

Merancang struktur folder OSS sejak awal dapat membantu aplikasi tetap mudah dikelola, terutama untuk kebutuhan production.

OSS Tidak Memiliki Folder Secara Fisik

Berbeda dengan file system tradisional, OSS sebenarnya tidak memiliki folder secara fisik. Struktur folder yang terlihat biasanya hanyalah bagian dari penamaan object.

Artinya, developer bebas menentukan pola penamaan file yang akan digunakan. Pola inilah yang nantinya menentukan bagaimana file dikelompokkan dan diakses.

Memahami konsep ini penting agar developer dapat merancang struktur penyimpanan yang konsisten.

Gunakan Pengelompokan Berdasarkan Kategori Data

Salah satu pendekatan yang umum digunakan adalah mengelompokkan file berdasarkan jenis data. Misalnya, memisahkan file gambar, dokumen, atau asset aplikasi dalam prefix yang berbeda.

Pendekatan ini membantu developer mengelola file dengan lebih mudah, terutama ketika aplikasi mulai menyimpan berbagai jenis data.

Selain itu, pemisahan kategori juga membantu ketika developer ingin menerapkan kebijakan akses atau lifecycle yang berbeda untuk setiap jenis data.

Pertimbangkan Pengelompokan Berdasarkan User atau Project

Untuk aplikasi yang melibatkan banyak pengguna atau proyek, pengelompokan file berdasarkan identitas pengguna atau project sering menjadi pilihan yang efektif.

Pendekatan ini membantu developer melakukan manajemen file, audit data, dan proses cleanup dengan lebih mudah. Selain itu, struktur seperti ini biasanya lebih scalable karena file dapat terdistribusi secara lebih merata.

Hindari Struktur yang Terlalu Dalam

Meskipun OSS mendukung penamaan object yang panjang, struktur folder yang terlalu kompleks justru dapat menyulitkan pengelolaan file dalam jangka panjang.

Struktur yang sederhana dan konsisten biasanya lebih mudah dipahami oleh tim developer. Selain itu, struktur yang terlalu dalam juga dapat menyulitkan proses pencarian atau pengelolaan file secara manual.

Konsistensi Penamaan Sangat Penting

Selain struktur folder, pola penamaan file juga berperan besar dalam pengelolaan data OSS. Menggunakan format penamaan yang konsisten membantu developer menghindari konflik file dan mempermudah pencarian data.

Beberapa aplikasi production biasanya menambahkan informasi seperti timestamp, ID user, atau ID transaksi dalam nama file untuk memastikan setiap file memiliki identitas yang unik.

Pikirkan Kebutuhan Jangka Panjang

Struktur penyimpanan yang terlihat sederhana saat awal pengembangan bisa menjadi sulit dikelola ketika jumlah file mencapai jutaan object. Karena itu, penting bagi developer untuk mempertimbangkan kebutuhan aplikasi dalam jangka panjang.

Struktur OSS yang dirancang dengan baik dapat membantu proses backup, pengelolaan lifecycle data, serta migrasi data jika dibutuhkan di masa depan.

Kesimpulan

Meskipun OSS memberikan fleksibilitas tinggi dalam penyimpanan file, struktur penyimpanan yang tidak dirancang dengan baik dapat menyulitkan pengelolaan data seiring pertumbuhan aplikasi.

Dengan menerapkan struktur folder yang konsisten dan scalable, developer dapat menjaga OSS tetap terorganisir dan lebih mudah dikelola dalam jangka panjang.