Saat menjalankan aplikasi berbasis container di cloud, developer biasanya memiliki beberapa pilihan pendekatan. Di Alibaba Cloud, container dapat dijalankan menggunakan Elastic Compute Service (ECS), Kubernetes, atau Elastic Container Instance (ECI).

Ketiga pendekatan ini memiliki fungsi yang mirip, tetapi menawarkan tingkat kontrol, kompleksitas, dan fleksibilitas yang berbeda. Memahami perbedaan di antara ketiganya membantu developer memilih solusi yang paling sesuai dengan kebutuhan aplikasi.

Menjalankan Container Menggunakan ECS

ECS memberikan kontrol penuh terhadap server yang digunakan untuk menjalankan container. Developer dapat mengatur sistem operasi, konfigurasi jaringan, serta mengelola container runtime secara langsung.

Pendekatan ini cocok untuk aplikasi yang membutuhkan kontrol tinggi terhadap infrastruktur. Namun, developer juga perlu menangani pengelolaan server, monitoring resource, dan proses scaling secara manual.

Untuk workload yang stabil dan membutuhkan konfigurasi khusus, ECS masih menjadi pilihan yang cukup relevan.

Menjalankan Container Menggunakan Kubernetes

Kubernetes biasanya digunakan untuk mengelola container dalam skala besar. Dengan Kubernetes, developer dapat mengatur deployment container, load balancing, scaling otomatis, serta pengelolaan service secara terpusat.

Pendekatan ini sangat kuat untuk aplikasi microservices dan sistem yang memiliki banyak container. Namun, Kubernetes juga memiliki kompleksitas yang lebih tinggi dibandingkan pendekatan lainnya.

Developer biasanya membutuhkan pemahaman arsitektur container orchestration agar dapat mengelola Kubernetes secara optimal.

Menjalankan Container Menggunakan Elastic Container Instance

Elastic Container Instance menawarkan pendekatan serverless container. Developer dapat menjalankan container tanpa harus mengelola server atau cluster container.

ECI biasanya digunakan untuk workload yang membutuhkan fleksibilitas tinggi dan scaling cepat. Pendekatan ini membantu developer menjalankan container tanpa harus menangani kompleksitas pengelolaan infrastruktur.

ECI sering digunakan untuk workload yang bersifat sementara atau memiliki pola penggunaan yang tidak stabil.

Memahami Trade-Off Setiap Pendekatan

Setiap pendekatan memiliki kelebihan masing-masing. ECS memberikan kontrol penuh terhadap server, Kubernetes memberikan kemampuan orchestration container dalam skala besar, sementara ECI memberikan kemudahan menjalankan container tanpa pengelolaan server.

Pemilihan pendekatan biasanya bergantung pada kebutuhan aplikasi, tingkat kompleksitas sistem, dan kemampuan tim developer dalam mengelola infrastruktur container.

Kapan Harus Memilih Pendekatan Tertentu

Aplikasi dengan kebutuhan konfigurasi server khusus biasanya lebih cocok menggunakan ECS. Sistem microservices berskala besar biasanya memanfaatkan Kubernetes untuk mengelola container secara terpusat.

Sementara itu, workload container yang membutuhkan fleksibilitas tinggi dan deployment cepat sering menjadi kandidat yang cocok untuk menggunakan ECI.

Kesimpulan

Elastic Container Instance, ECS, dan Kubernetes merupakan tiga pendekatan berbeda dalam menjalankan container di Alibaba Cloud. Dengan memahami perbedaan dan trade-off masing-masing pendekatan, developer dapat memilih strategi deployment container yang paling sesuai dengan kebutuhan aplikasi.

Pemilihan pendekatan yang tepat membantu menjaga keseimbangan antara fleksibilitas, kompleksitas operasional, dan skalabilitas sistem.