Salah satu tantangan terbesar saat melakukan deployment aplikasi production adalah downtime. Ketika aplikasi ASP.NET diperbarui, biasanya server perlu direstart atau service dihentikan sementara. Jika deployment dilakukan secara langsung tanpa strategi yang tepat, pengguna bisa mengalami gangguan akses.

Di Alibaba Cloud, Elastic Compute Service (ECS) menyediakan beberapa pendekatan yang dapat membantu developer melakukan deployment tanpa menghentikan layanan aplikasi.

Memahami Risiko Deployment Langsung

Deployment langsung ke server production memang terlihat sederhana. Developer hanya perlu mengganti file aplikasi lalu restart service. Pendekatan ini cukup umum, terutama pada aplikasi yang berjalan di satu server.

Masalahnya, selama proses restart, aplikasi tidak dapat diakses. Jika deployment mengalami error, aplikasi juga bisa berhenti berjalan lebih lama dari yang direncanakan.

Untuk aplikasi yang memiliki banyak pengguna, downtime seperti ini sering menjadi risiko yang tidak diinginkan.

Menggunakan Multi ECS dengan Load Balancer

Salah satu strategi yang cukup sering digunakan adalah menjalankan aplikasi pada beberapa instance ECS yang terhubung melalui Server Load Balancer (SLB).

Dengan pendekatan ini, deployment dapat dilakukan secara bertahap. Developer bisa memperbarui aplikasi pada satu instance terlebih dahulu, lalu menguji apakah aplikasi berjalan dengan baik. Setelah itu, instance lain dapat diperbarui secara bergantian.

Selama proses deployment berlangsung, SLB tetap mengarahkan traffic ke instance yang masih aktif, sehingga aplikasi tetap dapat diakses oleh pengguna.

Pendekatan Rolling Deployment

Rolling deployment adalah teknik memperbarui server satu per satu tanpa menghentikan seluruh sistem. Teknik ini cukup populer karena relatif mudah diterapkan dan tidak membutuhkan perubahan arsitektur yang terlalu besar.

Pendekatan ini memungkinkan developer melakukan update aplikasi secara bertahap sambil tetap menjaga stabilitas layanan.

Menyediakan Environment Staging

Sebelum melakukan deployment ke production, banyak tim developer menyiapkan environment staging yang memiliki konfigurasi mirip dengan production.

Environment staging membantu memastikan aplikasi berjalan dengan baik sebelum benar-benar dirilis ke pengguna. Pendekatan ini membantu mengurangi risiko bug yang bisa menyebabkan downtime.

Menggunakan Versioning Aplikasi

Versioning membantu developer mengelola perubahan aplikasi dengan lebih terstruktur. Jika terjadi masalah setelah deployment, developer dapat dengan cepat melakukan rollback ke versi sebelumnya.

Pendekatan ini sangat membantu terutama ketika deployment dilakukan secara berkala.

Monitoring Setelah Deployment

Deployment tanpa downtime tidak hanya bergantung pada proses update aplikasi. Monitoring setelah deployment juga sangat penting untuk memastikan aplikasi berjalan normal.

Dengan memanfaatkan monitoring ECS dan aplikasi, developer dapat mendeteksi potensi masalah lebih cepat sebelum berdampak ke pengguna.

Kesimpulan

Melakukan deployment aplikasi ASP.NET tanpa downtime membutuhkan strategi yang tepat, terutama untuk aplikasi production. Dengan memanfaatkan multi ECS, load balancer, serta pendekatan deployment bertahap, developer dapat menjaga stabilitas aplikasi selama proses update berlangsung.

Pendekatan ini membantu meningkatkan keandalan aplikasi sekaligus memberikan pengalaman yang lebih baik bagi pengguna.