Saat membangun aplikasi di Alibaba Cloud menggunakan Elastic Compute Service (ECS), developer sering dihadapkan pada pilihan arsitektur. Apakah cukup menggunakan satu server saja, atau sudah waktunya menggunakan beberapa ECS dengan bantuan Server Load Balancer (SLB)?

Keduanya sebenarnya valid, tergantung kebutuhan aplikasi dan skala pengguna. Namun, masing-masing pilihan memiliki kelebihan dan konsekuensinya sendiri.

Menggunakan Single ECS

Menggunakan satu ECS biasanya menjadi pilihan paling sederhana, terutama saat aplikasi masih dalam tahap awal pengembangan atau jumlah pengguna masih relatif kecil.

Dengan satu server, proses deployment menjadi lebih mudah karena semua komponen aplikasi berjalan dalam satu environment. Troubleshooting juga biasanya lebih sederhana karena developer hanya perlu memeriksa satu instance.

Selain itu, biaya operasional juga cenderung lebih rendah karena hanya menggunakan satu server. Untuk aplikasi internal, sistem monitoring kecil, atau aplikasi dengan traffic terbatas, pendekatan ini masih cukup relevan.

Namun, pendekatan ini memiliki risiko yang cukup jelas. Jika server mengalami gangguan, aplikasi akan langsung tidak dapat diakses. Single ECS juga memiliki keterbatasan dalam menangani lonjakan traffic.

Menggunakan Multi ECS dengan Load Balancer

Ketika aplikasi mulai berkembang, penggunaan beberapa ECS yang dihubungkan melalui Server Load Balancer biasanya menjadi pilihan yang lebih stabil.

SLB bekerja dengan mendistribusikan request pengguna ke beberapa instance ECS. Dengan cara ini, beban kerja server dapat terbagi sehingga performa aplikasi tetap terjaga meskipun traffic meningkat.

Selain meningkatkan performa, pendekatan ini juga meningkatkan availability aplikasi. Jika salah satu server mengalami masalah, SLB masih dapat mengarahkan traffic ke server lain.

Namun, arsitektur multi ECS biasanya membutuhkan pengelolaan yang lebih kompleks. Developer perlu memastikan konfigurasi setiap server tetap konsisten, termasuk deployment aplikasi dan manajemen session pengguna.

Kapan Harus Mulai Berpindah ke Multi ECS

Tidak ada aturan pasti kapan developer harus berpindah ke arsitektur multi ECS. Biasanya, keputusan ini mulai dipertimbangkan ketika aplikasi sering mengalami peningkatan beban kerja atau ketika downtime mulai menjadi risiko yang tidak dapat diterima.

Monitoring performa ECS dapat menjadi indikator yang baik. Jika resource server sering mencapai batas maksimal atau waktu respon aplikasi mulai meningkat saat traffic tinggi, ini bisa menjadi tanda bahwa arsitektur perlu ditingkatkan.

Memilih Pendekatan yang Tepat

Banyak aplikasi memulai dengan single ECS karena lebih sederhana dan mudah dikelola. Seiring pertumbuhan aplikasi, developer biasanya beralih ke arsitektur multi ECS untuk meningkatkan stabilitas dan skalabilitas.

Pendekatan ini cukup umum karena memungkinkan developer menyesuaikan arsitektur secara bertahap tanpa harus langsung membangun sistem yang kompleks sejak awal.

Kesimpulan

Single ECS cocok untuk aplikasi dengan kebutuhan sederhana dan traffic yang masih stabil. Sementara itu, penggunaan multi ECS dengan load balancer memberikan keuntungan dari sisi performa dan ketersediaan aplikasi.

Dengan memahami trade-off dari masing-masing pendekatan, developer dapat menentukan arsitektur yang paling sesuai dengan kebutuhan aplikasi mereka.